Site Loading

Wasit yang Dianiaya Pemain di Bekasi Hanya Dibayar Rp250 ribu

Wasit yang Dianiaya Pemain di Bekasi Hanya Dibayar Rp250 ribu

VIVA – Wahyudin, wasit yang menjadi korban kekerasan di lapangan hijau, langsung menceritakan kondisinya. Dia hanya memiliki honor Rp250 ribu, tanpa dibantu asisten wasit, selama memimpin perlombaan.

0 0
Read Time:1 Minute, 27 Second

VIVA   –  Wahyudin, wasit dengan menjadi korban kekerasan di lapangan hijau, blak-blakan menceritakan kondisinya. Tempat hanya mendapat honor Rp250 ribu, tanpa dibantu asisten wasit, selama memimpin pertandingan.

“Saya hanya dibayar Rp250 ribu untuk memimpin pertandingan antar kampung. Tanpa ada bantuan dua orang asisten wasit, ” kata Wahyudin, dengan nada murung, Senin 13 Juli 2020.

Wahyudin mengisahkan, ketika itu pertandingan yang dipimpin antara Champas FC dan Yutaka. Posisinya masih imbang, yakni 0-0. Tapi saat para pemain Champas FC melakukan penyerangan satu orang terlihat offside.

“Jadi saya tiup pluit offside. Tiba-tiba saya dikerumunin. Sejak belakang ada yang menendang. Tidak itu saja, wajah saya selalu diinjak sepatu bola, ” sirih Wahyudin yang kini dikaruniai tiga orang anak.

Menurut Wahyudin, posisi pemain Champas FC memang terlihat offiside. Karena, kekurangan asisten wasit, dia tetap bersikukuh kalau keputusannya benar. “Memang benar tipis, tapi saya yakin tersebut offside, ” katanya.

Rupanya, kehadiran Wahyudin menjadi wasit hanya mengganti teman seprofesinya dengan berhalangan hadir. Wahyudin dikenal jadi wasit yang memiliki lisensi pemimpin C2 dari Asprov Liga 2.

“Sebenarnya saya wasit pengganti, seharusnya teman saya. Sebab dia berhalangan saya gantikan, ” jelasnya.

Keinginan Wahyudin menjadi wasit pengganti, karena ingin belajar jauh soal kewasitan. Terpaut ketiadaan asisten wasit, sifatnya mendadak. Padahal, saat technical meeting, segenap pemain dan wasit tertulis adanya dua asisten wasit.

“Tiba-tiba menjelang bertanding, asisten wasit ditiadakan, dengan berbagai alasan pihak panitia, ” paparnya.

Sebelumnya, seorang wasit asal Tarumajaya bernama Wahyudin, ditendang dan diinjak pemain ketika memimpin pertandingan antar kampung (Tarkam) di Stadion Nasionalis Chandrabaga, Minggu 12 Juli 2020. Pemain tak terima karena kesimpulan Wahyudin dinilai tidak objektif.

Baca juga:
Laga Tarkam Brutal dalam Bekasi, Pemain Sampai Injak Muka Wasit
VIDEO: Aksi Sembrono Pemain Tarkam Injak Wasit pada Bekasi
Penganiayaan Wasit pada Bekasi, Netizen Harap Polisi Aksi Tegas Pelaku

Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Sleepy
0 %
Angry
0 %
Surprise
0 %