Site Loading

Zaman Hadiahi Penalti Buat MU jadi Penyesalan Terbesar Wasit Ini

Zaman Hadiahi Penalti Buat MU jadi Penyesalan Terbesar Wasit Ini

VIVA – Di masa aktif sebagai wasit di lapangan, Howard Webb, dikenal sebagai salah utama wasit tengah terbaik di dunia. Reputasinya meningkat seiring ketegasan dan kejeliannya dalam memimpin di lapangan.

0 0
Read Time:1 Minute, 37 Second

VIVA   –  Di masa aktif sebagai pemimpin di lapangan, Howard Webb, lumrah sebagai salah satu wasit sedang terbaik di dunia. Reputasinya meningkat seiring ketegasan dan kejeliannya pada memimpin di lapangan.

Hal itu dibuktikan dengan ditunjuknya Webb sebagai wasit final Piala Dunia 2010. Namun, di pulih itu semua, ada satu penyesalan dalam karier sang pengadil lapangan.

Momen itu tampil dalam sebuah pertandingan Premier League di musim 2008/09. Tepatnya, dalam laga Manchester United versus Tottenham Hotspur, 25 April 2009.

Bertindak sebagai tuan rumah, Setan Merah harus tertinggal dua gol di ronde pertama berkat gol Darren Bent dan Luka Modric.

Tentu, situasi tersebut memberikan tekanan pada MU yang sedang bersaing ketat dengan Liverpool dalam perebutan gelar juara.

Tapi, situasi berubah 180 derajat ketika Wayne Rooney cs bangkit di babak kedua. Dan itu bermula dari kesuksesan Cristiano Ronaldo mengeksekusi penalti di menit 57.

Lihat Juga

Diakui Webb, hukuman itu harusnya tak diberikan & kini menjadi penyesalan. Sebab, tempat baru mengetahui setelahnya jika bola lebih dulu menyentuh kiper Heurelho Gomes.

“Saya melihat Michael Carrick mencapai bola bertambah dulu lalu kemudian kiper (Gomes) menabraknya. Itu merupakan keputusan gampang memberi penalti. Saya menantikan protes yang biasanya muncul dari para pemain tapi saya tak menyangka yang muncul tatapan terkejut daripada Gomes, ” ujar pria asal Inggris kepada The Athletic dikutip AS.

“Hanya dalam beberapa detik saya menyadari telah membuat kesalahan. Akan tetapi, saya tetap dalam keputusan. Aku tak tahu di mana posisi kesalahannya tapi saya tahu tersedia yang janggal. Saat itu, aku hanya ingin Ronaldo gagal mengeksekusi penalti, ” jelasnya.

MU akhirnya keluar sebagai pemenang setelah menambah empat gol sedang, masing-masing satu dari Ronaldo, besar dari Wayne Rooney, dan utama dari Dimitar Berbatov. Setan Merah pun menang 5-2.

Di akhir musim, pasukan Tersembunyi Alex Ferguson sukses menjadi jempolan Premier League mengalahkan Liverpool secara selisih empat poin. Gelar pada musim 2008/09 merupakan yang ketiga secara beruntun diraih MU dan yang terakhir bagi Ronaldo pra hijrah ke Real Madrid.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %