Site Loading

Inter Gagal Juara, Conte dan Eriksen Catat Rekor Buruk di Final

Inter Gagal Juara, Conte dan Eriksen Catat Rekor Buruk di Final

VIVA – Inter Milan harus gigit jari di final Liga Europa 2019/20. La Beneamata harus puas menjadi runner up usai takluk 2-3 dari Sevilla di RheinEnergie Stadion, Cologne, Sabtu dini keadaan WIB, 22 Agustus 2020.

0 0
Read Time:1 Minute, 12 Second

VIVA   –  Inter Milan harus gigit jari di final Liga Europa 2019/20. La Beneamata harus lega menjadi runner up usai takluk 2-3 dari Sevilla di RheinEnergie Stadion, Cologne, Sabtu dini keadaan WIB, 22 Agustus 2020.

Ini memperpanjang rekor membatalkan Conte di final antarklub Eropa. Sebelumnya, dia tiga kali tersisih saat tampil di final Liga Champions.

Dilansir Squawka, saat menjadi pemain, Conte kudu tiga kali menjadi runner up bersama Juventus. Itu terjadi di 1997, 1998, dan 2003. Rekor buruk tersebut masih berlanjut masa dia duduk di kursi pelatih bersama Inter.

Conte sebenarnya sudah menyadari rekornya tersebut dan bertekad memupusnya di final Liga Europa. Namun, lagi-lagi dia harus puas menjadi yang kedua.

“Orang-orang hanya akan mengingat kami era juara. Saya pernah sekali juara Liga Champions. Namun, saya kecundang tiga kali di final. Dalam sejarah, hanya tim juara dengan diingat, ” kata Conte dilansir Football Italia, sebelum melawan Sevilla.

(Baca juga: Cakap Sakitnya Kalah di Final, Conte Ingin Bawa Inter Juara Gabungan Europa)

Catatan membatalkan di final juga diraih membawa Inter, Christian Eriksen. Pemain asal Denmark tersebut sebenarnya menjadi satu-satunya pemain yang tampil di final kompetisi Eropa secara beruntun.

Sayang, dia harus perut kali kalah di final. Musim lalu, Eriksen bersama Tottenham Hotspur takluk 0-2 dari Liverpool pada final Liga Champions. Dan saat ini duka serupa dia rasakan berhubungan Inter di final Liga Europa.

(Baca juga:   Fakta Mengerikan Sevilla Usai Maka Raja Liga Europa)

Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Sleepy
0 %
Angry
0 %
Surprise
0 %