Site Loading

Informasi Baru yang Bisa Bikin Newcastle Gagal Jadi Klub Maha Sultan

Informasi Baru yang Bisa Bikin Newcastle Gagal Jadi Klub Maha Sultan

VIVA – Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menemukan bukti baru dalam keterlibatan Kerajaan Arab Saudi terkait pembajakan pancaran Premier League dan LaLiga. Bukti-bukti itu didapatkan WTO usai menjadikan investigasi independen terkait adanya perkiraan keterlibatan Kerajaan Arab Saudi pada pembajakan siaran dua kompetisi terbaik di Eropa itu.

0 0
Read Time:1 Minute, 30 Second

VIVA   – Organisasi Perniagaan Dunia (WTO) menemukan bukti mutakhir dalam keterlibatan Kerajaan Arab Saudi terkait pembajakan siaran Premier League dan LaLiga. Bukti-bukti itu didapatkan WTO usai menggelar investigasi independen terkait adanya dugaan keterlibatan Kerajaan Arab Saudi dalam pembajakan pancaran dua kompetisi terbaik di Eropa itu.

WTO menilai Arab Saudi punya peran tepat dalam aksi pembajakan yang dilakukan oleh perusahaan media beoutQ. Dari aksi pembajakan yang dilakukan oleh beoutQ, disebutkan WTO, kerugian gede dialami oleh FIFA, UEFA, serta FA.

Setidaknya, ke-3 otoritas sepakbola terbesar di negeri dan Eropa itu, rugi hingga ratusan juta poundsterling.

“Sikap kami terkait hak kekayaan intelektual sudah benar jelas. Itu menjadi hak fundamental yang begitu dihormati dalam ekonomi global. Aturan ini, dibuat bukan karena spontanitas atau kecelakaan, tapi berlandaskan pada pemikiran kuat, ” ujar Chief WTO, Roberto Azavedo, dilansir The Sun.

Dengan serupa itu, kasus pembajakan, menurut Azavedo, adalah salah satu kejahatan paling benar-benar dalam urusan bisnis. Hukuman yang diberikan, pastinya akan sangat mengandung sifatnya.

Baca juga: Pemain Liverpool Gegar Otak

“Masalah ini masih berada diselidiki lewat prosedur rahasia. Awak tak mengambil tindakan berbau politis dan berharap bisa menurunkan tensi dalam isu macam ini, ” jelas Azavedo.

Menggunakan keadaan ini, ambisi Newcastle jadi asosiasi kaya raya baru di Premier League bisa gagal. Temuan WTO bukan tak mungkin jadi prinsip Premier League untuk melakukan arah terhadap upaya Saudi Arabia Public Investment Fund (PIF), yang didukung Pangeran Mohammed Bin Salman, untuk membeli Newcastle.

Premier League juga sebelumnya sudah bekerja ulang memberikan izin kepada PIF membeli Newcastle karena masalah tersebut. Namun, saat itu belum tersedia bukti kuat yang bisa oleh karena itu landasan Premier League untuk melepaskan izin pembelian Newcastle.

Di sisi lain, pemerintah Inggris sudah mengutuk kegiatan Kerajaan Arab Saudi yang mendukung pembajakan beoutQ. Bisa jadi, lewat pengaruh negeri Inggris pula, pembelian Newcastle patah pucuk total.

Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Sleepy
0 %
Angry
0 %
Surprise
0 %