Site Loading

Bon 1 Ditunda Lagi, Persita: Klub Rugi Besar dan Sponsor Memprotes

Bon 1 Ditunda Lagi, Persita: Klub Rugi Besar dan Sponsor Memprotes

VIVA – Untuk yang kedua kalinya, Gabungan 1 2020 ditunda.  Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengumumkan kalau kompetisi yang semula begulir kembali pada 1 Oktober 2020 kudu ditunda lagi. Penyebabnya adalah kejadian korban terjangkit virus Corona COVID-19 di Indonesia masih relatif tinggi sehingga, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tak memberikan izin keramaian.

0 0
Read Time:1 Minute, 57 Second

VIVA   –  Untuk yang kedua kalinya, Liga 1 2020 ditunda.   Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengumumkan bahwa persaingan yang semula begulir kembali dalam 1 Oktober 2020 harus ditunda lagi.

Penyebabnya adalah kasus korban terjangkit virus Corona COVID-19  di Indonesia masih nisbi tinggi sehingga, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tak memberikan kerelaan keramaian.

Kabar itu bagai petir di siang bolong bagi para klub Liga satu. Sejak sebulan lalu, mereka melaksanakan sejumlah persiapan untuk menyambut balik hajatan ini. Namun, H-2 tiba-tiba rencana yang sudah disusun saksama harus kembali berantakan.

Baca Juga:   Garang, Keperkasaan Dennis Rodman Buat Pola Seksi Merengek Minta Rujuk

Tentu ini menjadi sebuah kerugian bagi 18 perhimpunan kontestan Liga 1. Pasalnya, klub-klub harus melakukan renegosiasi kontrak untuk mengumpulkan para pemainnya.

Manajer Persita  Tangerang, I Nyoman Suyanthara mengatakan, kerugian yang dialami timnya bukan hanya dari segi operasional. Sama secara yang lainnya, ada kerugian yang tak ternilai seperti masalah teknis dan psikis para pemain.

“Kalau kerugian, pasti semua klub sama. Dari segi operasional, dari teknis, program latihan. Dalam mana kami sudah berlatih menyiapkan tim dengan baik. Penundaan ini pastinya merubah program latihan, ” kata Nyoman kepada VIVA , Rabu 30 September 2020.

Nyoman tak mengelak bahwa sponsor-sponsor mereka mulai mengeluh. Situasi ini juga berimbas pada Pendekar Cisadane lantaran sponsor belum mencairkan biaya sebelum kompetisi kembali bergulir.

“Ya, sponsor mengeluh, kesusahan bagi tim. Melihat perkembangan persaingan ini, akhirnya sponsor ikut memurukkan juga memenuhi perjanjian. Sponsor kan sebagai stakeholder juga, pasti tahu kompetisi ini mulai kapan perdana mencairkan dana, ” ucapnya.

Meski demikian, Nyoman memaklumi keputusan PSSI untuk menunda kembali kompetisi dan Polri yang tidak memberikan izin. Atas nama kemanusiaan, menjaga kesehatan seluruh masyarakat Nusantara adalah yang utama.

Tapi, Nyoman juga berharap supaya PSSI dan operator (LIB) menjemput langkah cepat guna menyikapi peristiwa ini. Memanggil seluruh perwakilan persatuan untuk berdiskusi tentang kelanjutan kompetisi.

Baca Juga:   PSSI Batal Lanjutkan Liga 1, Perkumpulan Gamang Tentukan Langkah

“Kami menghormati keputusan PSSI yang mengikuti Polri untuk menunda Liga karena pandemi. Kami Bon 1 ditunda, karena trennya belum positif, ” ujar Nyoman.

“Kita tidak bisa memperhitungkan ini satu bulan lagi, kita menyerahkan kepada PSSI dan LIB, untuk bisa menentukan nasib sayembara. Tentu kami sebagai anggota PSSI dan teman-teman klub lainnya berniat bisa diskusi, apa yang bisa dilakukan LIB. Klub berharap agak-agak LIB bisa menampung aspirasi ana, ” jelasnya.

Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Sleepy
0 %
Angry
0 %
Surprise
0 %